
Haŕianonline.news-Takalar, SulSel, Dalam rangka penutupan kegiatan Gelar Karya ISBI Sul-Sel Tahun 2025, dilaksanakan kegiatan Penanaman Bibit Pohon di Lahan Kampus ISBI Sul-Sel yang berlokasi di Desa Bangge Kecamatan Mangarbombang Kabupaten Takalar. Pada kegiatan tersebut dihadiri oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia yang diwakili Kepala L2DIKTI Wilayah IX, Rektor ISI Surakarta, Pemerintah Kabupaten Takalar, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Takalar, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Jenneberang-Saddang Sulawesi Selatan, dan tamu undangan dari kepala sekolah serta aparatur pemerintah kecamatan dan desa.
Rektor ISI Surakarta Bapak Dr. Bondet Wrahatnala, S. Sos., M. Sn menyatakan dalam sambutannya, ”Hari ini,di sini adalah bukti bahwa kita tidak hanya membangun kampus dalam bentuk fisik, tetapi juga membangun akar nilai, budaya, dan keberlanjutan. Pohon beringin bukan sekadar pohon besar yang menaungi. Ia adalah lambang kehidupan, keteduhan, dan kekuatan. Beringin dipandang sebagai pohon yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Melalui penanaman beringin ini, kita menanam simbol komitmen bahwa kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang menumbuhkan nilai, merawat budaya, dan menciptakan masa depan. Beringin memberikan keteduhan, sementara “harum manis” menggambarkan karakter dan kontribusi yang menyenangkan, menginspirasi, serta membawa kebaikan. Harumnya adalah tanda pengaruh positif, manisnya adalah pengalaman berinteraksi dengan lingkungan yang ramah, santun, dan berbudaya”.
Selanjutnya Syafruddin Dg Lallo Kepala Dinas DLHP Takalar yang mewakili Bupati Takalar, menegaskan “sebagai masyarakat Takalar sangat bersyukur dengan adanya Perguruan Tinggi Negeri ISBI Sul-Sel, semoga keberadaan ISBI Sul-Sel ini memberikan kemajuan bagi Kabupaten Takalar, dan anak-anak takalar tidak perlu lagi keluar daerah berkuliah karena sudah ada ISBI SulSel.” Tegas Dg.lalo menutup sambutannya “Saya mohon kepada seluruh warga desa banggae dan aparat desa untuk menjaga bibit yang ditanam hari ini. Jangan sampai bibit yang kita tanam dimakan oleh hewan ternak yang berkeliaran di lahan ini. Melalui kesempatan ini, saya menyampaikan kepada Bapak Menteridiktisaintik yang diwakili Kepala L2DIKTI Wilayah IX, segeralah pembangunan kampus ISBI Sul-Sel, paling tidak pagar pengamanan sepanjang lahan yang luas 30 hektar.” Ucap Bapak Syafruddin Dg Lalo.
Penampilan Tarian SDN 1 Bolo menambah kemeriahan dan keceriahan kegiatan yang berlangsung yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Prof. Brian Yuliarto, Ph.d yang diwakili Kepala L2DIKTI Wilayah IX Dr. Andi Lukman, M.Si. Menteridikisaintik RI mengatakan ”Gelar Karya ISBI Sulawesi Selatan bukan sekadar pentas seni. Ia adalah ruang dialog antara masa lalu dan masa depan. Di dalamnya ada nafas tradisi, tetapi juga ada keberanian untuk berinovasi. Ada nilai budaya lokal, namun juga ada perspektif global. Di panggung seperti inilah karakter kebudayaan Indonesia dipertajam, diperkuat, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Dan hari ini, penutupan Gelar Karya dipadukan dengan penanaman pohon. Ini adalah pesan yang sangat kuat, bahwa seni bukan hanya berkutat pada estetika, tetapi juga etika: etika merawat bumi, merawat kehidupan, dan merawat generasi”.
Selanjutnya Menteridiktisaintik mempertegas sambutannya yang diwakili oleh Kepala Kepala L2DIKTI Wilayah IX Dr. Andi Lukman, M.Si, ”Menanam harapan. Harapan bahwa kampus ISBI Sul-Sel ini akan tumbuh sebagai ruang yang teduh, indah, dan penuh sumber inspirasi. Menanam keberlanjutan, Pohon adalah simbol masa depan. Ia tumbuh melewati generasi, memberi manfaat tidak hanya hari ini, tetapi untuk puluhan tahun mendatang. Menanam komitmen ekologis, dalam tradisi budaya Sulawesi Selatan, Bugis, Makassar, Toraja, Mandar, alam selalu menjadi sahabat sekaligus guru. Menanam pohon adalah perbuatan budaya, bukan sekadar tindakan fisik”, tegasnya.
Diakhir acara, Prof. Dr. H. Muh. Aldin Sila, M.A.,Ph.d yang merupakan Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Kelembagaan dan Masyarakat, Kemendikbudristek tahun 2022-2024, sekarang sebagai Penelaah Teknis Kebijakan di Kemendiktisaintek, memberikan ucapan terima kasih dan sekaligus menutup seluruh rangkaian kegiatan Gelar ISBI Sul-Sel Tahun 2025. ”Saya senang sekali hadir di Kabupaten Takalar ini, tempat kelahiran orangtua, untuk ikut menjadi bagian dalan penanaman bibit pohon beringin dan mangga harum manis sebagai simbolisasi penutupan gelar karya ISBI Sulsel tahun 2025.

Saya berharap agar kita semua yang hadir menjadi saksi momen bersejarah ini dan tidak berhenti disini saja, tapi berlanjut untuk bersama-sama merawat dan mengawal bibit pohon ini hingga menjadi besar nanti Semoga kehadiran ISBI ini tidak hanya akan bertujuan untuk mencerdaskan anak-anak Takalar tapi juga menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi masyarakat Banggae, Mangarabombang secara khusus dan Takalar secara umum”.
Selanjutnya Ketua Umum Gelar Karya ISBI Sul-Sel Tahun 2025 Erwin Sirajuddin, S.Sn.,M.Sn menyampaikan, ”bahwa kegiatan ini sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan Gelar Karya ISBI Sul-Sel Tahun 2025 yang dilaksanakan sejak tanggal 3 November dan tanggal 26 sd 29 November 2025, dan ada 5 bibit pohon beringin yang disediakan oleh panitia dan 70 bibit pohon harum manis yang diberikan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Jeneberang-Saddang Sulawesi Selatan untuk kesuksesan pelaksanaan kegiatan penanaman bibit pohon dilahankan kampus ISBI SulSel har ini yang bertujuan untuk reboisasi lahan kampus ISBI Sul-Sel dan mendukung progran ketahanan pangan yang merupakan program prioritas Presiden Repulik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, serta secara de facto bahwa Perguruan Tinggi Negeri ISBI SulSel sudah hadir di Desa Banggae Kecamatan Mangarabombang yang akan memberikan Multiplier effect di Kabupaten Takalar”, Tegas Ketua Umum.
