Pemdes & Masyarakat Desa Punaga Harapkan Pembangunan Talud Pemecah Ombak Terus Berkelanjutàn

M.Syarifuddin Dg.Sore Kades Punaga

Harianonline.news.blog-Takalar,
Desa Punaga yang dikenal sebagai Butta Kelahiran Isa’be lo’mo Daeng Takontu yang merupakan ibu dari Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin, tepatnya berada di wilayah Kecamatan Laikang Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi-Selatan,  Desa Punaga adalah  Desa Pesisir yang kaya akan berbagai  potensi, Budi daya rumput laut sebagai  mata pencaharian andalan masyarakatnya pada bidang perikanan dan kelautan, bahkan banyak dari Desa tetangganya yang ikut berbudidaya rumput perairan lauti Desa Punaga, bukan itu saja icon Desa Punaga merupakan Desa Wisata dan  penuh situs sejarah yang sangat erat kaitannya dengan silsilah Kerajaan Besar di Sulawesi Selatan.

Berbicara mengenai pesisir pantai Desa Punaga tentunya  penuh dengan  panorama indah,  salah satu cermin wisata pantai pasir putih yang banyak diminati oleh wisatawan,  akan tetapi pesisir pantai Desa Punaga sangat patut untuk terus mendapat perhatuan serius dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten, dikarenakan sepanjang  pesisir pantainya terkikir oleh abrasi, dan itu sangat memberi dampak bagi lingkungan dan pemukiman masyarakat, abrasi yang terjadi merupakan sebuah realita dan alhamdulillah, perjuangan M.Syarifuddin Dg.Sore selaku Kades bersama masyarakatnya, kini mulai terjawab dengan terbangunnya Talut Pemecah Ombak  yang pekerjaan   pembangunannya  kini tengah  berjalan maksimal.

Kepada Media M.Syarifuddin  Dg.Sore Kepala Desa Punaga kembali menyampaikan rasa syukur dan terima kasih,  atas nama Pemdes dan masyarakat Desa Punaga  kepada Bapak Sudirman Sualiman Mantan Gubernur SulSel dan Bapak Dr.Setiawan Aswad Pj.Bupati Takalar yang beberapa bulan lalu dengan cepat tanggap menyalami aspirasi masyarakat Desa Punaga, mengaresiasikan sebuah bukti nyata Pembagunan Talud Penecah Ombak yang panjangnya sekitar 150 meter,” tuturnya Kepada Media Sabtu (04/11/2023).

Lanjut Kades Punaga, panjang pesisir pantai Desa Punaga sekitar 5 kilo meter, tentunya pembangunan talud atau tanggul pemecah ombak masih  sangat diperlukan,  itu dikarenakan tingginya tingkat pengikisan pada bibir pantai sepanjang pesisir Desa Punaga, pemukiman masyarakat serta lingkungan seperti akses jalan di sepanjang pantai tentunya akan terus terganggu karena dampak abrasi,”  sekali lagi kami bersama masyarakat memohon kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provunsi SulSel dan Pemerintah Kabupaten Takalar  agar pembangunan tanggul ambrasi ini terus berkelanjutan di sepanjang pesisir pantai Desa Punaga,” terangnya.

Meniti langkah maju dengan Niat ikhlas  dan pikiran pisitif, mengayomi masyarakat, serta bersinergi dalam kebersamaan membangun Desa, adalah cermin kepemimpinan M.Syarifuddin Dg.Sore sebagai Kepala Desa Punaga yang  kesehariaannya sangat mengedepankan kepentingan masyarakat, memperjuangkan aspirasi masyarakat,  demi membawa Desa Punaga menjadi Desa Mandiri dan Berrkualitas.(Red).

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai